Fakta Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Fakta Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Mendaki alam – Taman Nasional Gunung Gede Pangrango adalah salah satu kawasan lindung di Jawa Barat yang cukup terkenal bagi kalangan pendaki. 2 gunung yang saling berdampingan ini memang menjadi primadona tersendiri bagi pendaki.

Untuk sampai ke puncak Gunung Gede yang memiliki ketinggian 2.958 mdpl sebenarnya ada beberapa cara. Namun akan lebih baik untuk yang masih pemula disarankan mengambil jalur Cibodas dengan jalur pendakian yang cukup landai.

Melewati jalur cibodas dapat ditempuh dengan waktu sekitar 6 jam perjalanan. Jangan lupa juga untuk membawa peralatan pendakian yang lengkap. Perlengkapan ini akan dicek petugas sebelum pendakian dimulai. Disini kalian juga harus mewaspadai udara dingin, dengan membawa baju hangat dan jaket yang cukup. Alasannya adalah biar kalian gak kena hipotermia.

Fakta Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Selain itu keberadaan alun-alun Surya Kencana yang jadi spot terbaik untuk menikmati edelweiss menjadi alasan utama pendaki mengklaim Gunung Gede Pangrango sebagai primadona.

Meski terkenal di kalangan para pendaki, namun ada beberapa fakta menarik yang belum banyak orang tahu tentang 2 gunung yang berdampingan ini.

  • Gunung Gede Pangrango masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980.
  • Gunung Gede Pangrango terletak di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.
  • Orang pertama yang mendaki ke Puncak Gunung Gede bukan orang Indonesia, melainkan orang berkewarganegaraan Jerman C.G.C. Reinwardt pada tahun April 1819. C.G.C. Reinwardt ini merupakan pendiri Kebun Raya Bogor.
  • Di kawasan yang masuk area TNGGP ini hidup berbagai fauna yang sudah sangat langka, di antaranya Owa Jawa, Lutung Surili, Anjing Ajag, Macan Tutul, Biul Slentek Melogale orientalis, sejenis celurut gunung Crocidura orientalis, kelelawar Glischropus javanus dan Otomops formosus, sejenis bajing terbang Hylopetes bartelsi, dua jenis tikus Kadarsanomys sodyi dan Pithecheir Melanurus.
  • Gunung Gede memiliki spot terbaik untuk menikmati edelweiss, yaitu di Alun-Alun Surya Kencana. Di spot ini pendaki akan dengan mudah menemukan edelweiss. Biasanya area ini juga sering dijadikan sebagai tempat camping oleh para pendaki.
  • Gunung Pangrango juga memiliki satu tempat yang istimewa, yaitu Lembah Mandalawangi. Di sini, dulu tokoh fenomenal Indonesia, Soe Hok Gie kerap menghabiskan waktu. Bahkan Soe Hok Gie ini juga sempat membuat sebuah puisi dengan judul “Mandalawangi – Pangrango”, dan sampai sekarang puisi ini sangat terkenal di kalangan para pendaki.
  • Gunung Pangrango belum pernah meletus, oleh karena itu gunung ini memiliki puncak berbentuk kerucut yang relatif mulus.
  • Gunung Gede sudah pernah meletus, ditandai dengan keberadaan kawah-kawah aktif antara lain Kawah Wadon, Kawah Ratu, Kawah Baru, dan Kawah Lanang.
  • Meski sering dianggap menyatu, Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebetulnya terpisah dan memiliki ketinggian yang berbeda. Tinggi Gunung Gede adalah 2.958 m dpl dan tinggi Gunung Pangrango adalah 3.019 m dpl. Kedua puncak ini dihubungkan oleh punggung gunung serupa sadel pada ketinggian sekitar 2.400 m dpl, yang biasa dikenal sebagai daerah Kandang Badak.
  • Gunung Gede-Pangrango beserta taman nasionalnya telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir pada tahun 1977.
  • Di sekitar Gunung Gede Pangrango terdapat beberapa destinasi wisata yang sudah sangat terkenal, di antaranya Canopy Trail, Telaga Biru, dan Curug Cibeureum.