Gunung Nglanggeran – Gunung Api Purba di DIY

Gunung Nglanggeran - Gunung Api Purba di DIY

Mendaki alam – Gunung Nglanggeran merupakan gunung api purba yang berarti gunung berapi yang aktif puluhan juta lalu, tepatnya sekitar 60-70 tahun silam dan saat ini gunung berapi tersebut dinyatakan sudah aktif kembali. Gunung yang berbentuk bongkahan batu andesit raksasa tersebut membentang sekitar 800 meter dengan tinggu 300 meter ini mulai banyak menarik perhatian wisatawan.

Panorama wisata yang ditawarkan pegunungan Nglanggeran ini meliputi sunrise dan sunset matahari yang indah serta terbitnya bulan pada malam hari. Jutaan bintang bertaburan dilangit dapat langsung kita lihat pada malam hari.

Gunung Nglanggeran

Disana juga terdapat panjat tebing atau rock climbing yang menantang, keindahan alam berupa deretan pegunungan dan perkampungan penduduk yang menarik. Untuk beristirahat disekitaran gunung terdapat pendopo berbentuk joglo.

Tak jauh dari joglo tersebut anda akan menemukan 3 bangunan gardu pandang yang dapat digunakan untuk mengexplorasi pemandangan alam di gunung ini dari arah ketinggian. Gunung ini ternyata mempunyai beberapa macam gunung lagi di dalamnya yang mempunyai nilai sejarah dan historis yang tinggi.

  • Gunung Buchu : Gunung ini berbentuk lancip yang konon berasal dari puncak gunung merapi yang dipindah oleh punokawan. Gunung tersebut dibawa ke desa Kemadang Gunungkidul dipikul memakai kayu jarak, dan berhubung ditempat itu ada sumber air sebesar dandang maka gunung tersebut ditanam di tempat yang namanya sedandang. Gunung yang berbentuk lancip ini sering digunakan para pecinta alam dan pemanjat tebing. Sampai saat ini tercatat baru 3 team yang mampu menancapkan bendera di puncak gunung Buchu.
  • Gunung Kelir : Gunung ini berbentuk menyerupai kelir dan diyakini merupakan tempat tinggal dari Ongko Wijoyo dan Punakawan.
  • Gunung Blencong : Gunung ini menyerupai blencong yang dipakai untuk lampu atau penerangan kyai Ongko Wijiyo saat bersama Punokawan.
  • Gunung Gedhe : Gunung ini merupakan gunung terbesar di antara pegunungan lainnya di pegunungan Nglanggeran. Para pendaki banyak menggunakan tempat ini sebagai tampat mengadakan aktifitas dan berkemah. Panorama akan sangat indah berada di tempat ini karena merupakan gunung tertinggi dan strategis yang berada di tenggah gunung Nglanggeran.
  • Gunung Bongos : Gunung ini berwarna hitam seperti arang tempat meletakkan blencong.
  • Sumber Air Comberan : Merupakan mata air yang tidak pernah surut walaupun musim kemarau. Ditempat itu terdapat tempat pemujaan dan pertapaan yang digunakan oleh orang –orang terdahulu.
  • Tlogo Mardhido : Tlogo tersebut konon diyakini sebagai tempat pemandian kuda sembrani tunggangan bidadari. Konon di situ terdapat bekas tapak kuda Sembrani yang membekas di batu.
  • Tlogo Wungu : Konon yang dapat melihat keberadaan tlogo ini adalah orang yang benar-benar bersih dan melakukan prihatin akan mengetahui yang terletak di sebelah timur gunung Nglanggeran. Konon tlogo tersebut merupakan pemandian bidadari, jika berhasil melihat tlogo tersebut akan mendapat canthing emas dan tlundak emas.
  • Talang Kencono : Konon sebagai talang air dari tlogo Mardhito hingga ke Jimatan Kotagedhe Yogyakarta.
  • Pamean Gadhung : Menurut mitos pohon gadhung ini ujungnya sampai puncak gunung merapi. Kawasan ini sekarang ini banyak dihuni oleh monyet, kelelawar dan ular.

Beberapa misteri unik lainnya di pengunungan Nglanggeran ini adalah masyarakat yang tinggal di puncak gunung ini hanya ada 7 kepala keluarga saja. Lokasi tempatnya di tlogo Mardidho, dusun Nglanggeran wetan. Mayarakat setempat yang mendiami tempat tersebut meyakini dan mempercayai aturan yang sudah turun menurun dari sesepuh bahwa penduduk yang mendiami tempat ini harus berjumlah 7 kepala keluarga saja dan bertahan hingga saat ini.

Lokasi Gunung Nglanggeran

Gunung Nglanggeran ini terletak di Desa Nglanggeran , Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akses menuju gunung nglanggeran

Saat ini belum ada jalur angkutan umum yang menuju lokasi gunung ini, sehingga anda harus menggunakan kendaraan sendiri maupun menyewa kendaraan. Sedangkan jalur untuk menuju obyek ini ada dua jalur yang dapat anda pilih :

  • Dari Wonosari : Bunderan Sambipitu – Dusun Bobung – Desa Nglanggeran .
  • Dari Yogyakarta : Bukit Bintang Patuk – Radio GCD FM – Desa Ngoro-oro – Desa Nglanggeran.

Harga tiket

Harga tiket masuk gunung Nglanggeran sebesar Rp.7.000,- untuk sore, dan Rp.9.000,- untuk malam hari. Dan harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu. Pengelola gunung api purba nglanggeran juga menyediakan paket wisata yang menarik jika anda berminat.

Fasilitas yang terdapat di pegunungan ini diantaranya :

  • Posko Kesehatan
  • Pusat Informasi
  • Pusat Kuliner
  • Balai pertemuan
  • Fasilitas MCK
  • Home Stay
  • Jalur Pendakian
  • Tempat ibadah
  • Camping Ground

Wisata gunung api purba ini sangat cocok bagi anda yang berjiwa petualangan . Anda bisa mengadakan kegiatan kemping di bukit Nglanggeran .