Pendakian Puncak Mandala di Papua

Pendakian Puncak Mandala di Papua

Mendaki alam – Puncak Mandala merupakan salah satu dari 3 puncak tertinggi yang ada di gunung Jayawijaya, Papua. Puncak ini memiliki ketinggian 4.760 mdpl atau sekitar 15.617 kaki. Puncak Mandala biasa juga disebut dengan puncak Juliana.

Puncak mandala memiliki selimut glester yang sayangnya glester tersebut semakin menghilang setiap tahunnya akibat pemanasan global. Puncak ini mungkin masih asing di telinga pendaki di Indonesia.

Namun pada kenyataannya, jika dicermati lebih dalam, puncak ini adalah titik tertinggi kedua di Indonesia setelah Puncak Jaya tentunya.

Anda dapat mendaki menuju puncak mandala di awali dari desa Bime menuju sisi utara gunung Jayawijaya. Pendakian pertama kali menuju puncak ini terjadi pada tahun 1953 oleh seorang kebangsaan Belanda. Seperti halnya namanya yang masih jarang terdengar, puncak ini jarang juga yang bisa mendakinya atau bahkan sangat sulit. Pada tahun 1996 pendaki dari Australia hampir berhasil namun akhirnya juga gagal.

Untuk menaklukan puncak Mandala, anda harus membayar biaya pendakian teramat mahal untuk mendaki gunung Jayawiajaya. Lokasi yang susah ditempuh serta trek yang sangat berat yang bahkan harus mempertaruhkan nyawa menjadi alasannya para pendaki tidak semuanya berkeinginan menaklukan puncak ini.

Namun di tahun-tahun berikutnya pendakian menuju puncak gunung jayawijaya menjadi lebih terorganisir dan birokrasinya lebih diperjelas. Pemerintah setempat dengan kerjasama dari berbagai pihak tentu sudah menyediakan dukungan terbaik bagi para pendaki.

Tips Pendakian Gunung Puncak Mandala

  • Rencanakan perjalanan anda dan lebih baik bertanya kepada petugas atau warga sekitar
  • Persiapkan Fisik dan mental untuk lamanya pendakian yang akan ditempuh
  • Pelajari setiap medan dan rute yang akan ditempuh agar tidak terjadi kesalahan
  • Pempersiapkan perlengkapan yang efektif dan berdaya guna besar
  • Mengatur manajeman logistik dan bahan makanan yang mencukupi
  • Memperoleh izin dan melapor pada pos pendakian yang tersedia
  • Membawa baju hangat dan kupluk, karena pada saat malam suhu akan menurun
  • Tidak merusak alam dan menjaga lingkungan sebaik-baiknya